- OBSERVASI
didalam observasi tidak boleh memasukkan unsur-unsur subjektifitas. sebagai observer kita hanya diperbolehkan untuk melihat dan mencatat tentang objek yang diamati. hal-hal yang dapat dilakukan observer untuk dapat menghindari subjektifitas yaitu observer hanya boleh mendeskripsikan tentang apa yang dilihat, boleh memberikan kesimpulan tetapi tidak boleh memberi penilaian, mengacu pada teori-teori dan mengkaitkannya pada teori yang ada, peneliti harus lebih dari satu dan peneliti juga harus memiliki keterampilan dalam melakukan penelitian ilmiah.
observasi memiliki kekuatan dan juga kelamahannya. kelemahan observasi yaitu tidak bisa menangkap motif dari perilaku yang dilakukan oleh individu. sementara kekuatan dari observasi itu sendiri yaitu dapat mengetahui knowleadge dan skill yang dimiliki oleh individu yang diamati. untuk dapat mengetahui motif yang dimiliki oleh individu harus dilakukan dengan metode wawancara.
syarat melakukan observasi yang ilmiah yaitu harus memenuhi:
- ada teori
-objektif
-empiris
-terukur
-sistematis
etika yang harus diperhatikan dalam observasi:
-tidak boleh menyangkut masalah yang sensitif
-tidak boleh melakukan intervensi yang berlebihan
-tidak boleh menyakiti orang yang diobservasi dan tidak boleh menggunakan obat-obatan
-harus memperhatikan waktu penelitian
-tetap mengikuti nilai-nilai kemanusiaan
- Pengambilan Sampel Perilaku
validitas eksternal mengacu pada sejauh mana hasil-hasil sebuah penelitian dapat digeneralisasikan ke populasi-populasi, setting, dan kondisi-kondisi yang berbeda. validitas sangat berhubungan dengan "truthfulness" (tingkat kepercayaan).
- time sampling
2. situation sampling
situation sampling melibatkan kegiatan mempelajari perilaku di lokasi-lokasi yang berbeda dan berbagai keadaan dan kondisi yang berbeda. situation sampling melibatkan validitas eksternal temuan yang diperoleh. situation sampling melibatkan observasi perilaku di banyak lokasi yang berbeda dan dalam keadaan kondisi yang seberbeda-beda mungkin. dengan menggunakan situation sampling, peneliti mampu memasukkan orang-orang yang mereka ambil sebagai sampel yang umur, kelas sosial-ekonomi, jenis kelamin, dan rasnya berbeda.
- Klasifikasi Metode Observasional
- observasi tanpa intervensi/naturalistic observation: observasi terhadap perilaku dalam setting alamiah, tanpa upaya dari pihak.pengamat untuk mengintervensi.
- observasi dengan intervensi: bertujuan untuk mengobservasi efek-efek yang mungkin terjadi dan untuk menguji teori. ada 3 metode pada observasi dengan intervensi, yaitu participant observation, structured observation, dan field experiment.
*participant observation: pengamat memainkan peran ganda. mereka mengobservasi perilaku orang-orang dan sekaligus berpartisipasi secara aktif dalam situasi yang sedang mereka observasi.
*structured observation: dirancng untuk mencatat perilaku yang mungkin sulit diobservasi dengan menggunakan observasi naturalis.
*field experiments: peneliti memanipulasi satu variabel independen atau lebih dalam setting almiah untuk menetapkan efeknya pada perilaku.
*structured observation: dirancng untuk mencatat perilaku yang mungkin sulit diobservasi dengan menggunakan observasi naturalis.
*field experiments: peneliti memanipulasi satu variabel independen atau lebih dalam setting almiah untuk menetapkan efeknya pada perilaku.
Shaughnessy, J. John.,
Zechmeister, B. Eugene., & Zechmeister, S. Jeanne. 2007. Metodologi
Penelitian Psikologi, edisi ke tujuh. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar