Jumat, 14 September 2012

semester 5 "OBSERVASI"

  • OBSERVASI
di dalam dunia psikologi hal yang terpenting untuk dapat mengetahui perilaku individu yaitu melalui metode observasi dan juga wawancara. observasi merupakan metode yang paling dasar, karena observasi pertama kali dilakukan di laboratorium psikologi pertama di Leipzig, Jerman oleh Wilhelm Wundtuntuk melihat performa manusia antara yang berjalan cepat dan lambat. observasi melibatkan 70% penginderaan manusia, yaitu kelima panca indera pada manusia dan yang terbesar yaitu visual, sehinnga observasi merupakan metode yang akurat untuk dapat mengetahui tentang bagaimana seseorang berperilaku.

didalam observasi tidak boleh memasukkan unsur-unsur subjektifitas. sebagai observer kita hanya diperbolehkan untuk melihat dan mencatat tentang objek yang diamati. hal-hal yang dapat dilakukan observer untuk  dapat menghindari subjektifitas yaitu observer hanya boleh mendeskripsikan tentang apa yang dilihat, boleh memberikan kesimpulan tetapi tidak boleh memberi penilaian, mengacu pada teori-teori dan mengkaitkannya pada teori yang ada, peneliti harus lebih dari satu dan peneliti juga harus memiliki keterampilan dalam melakukan penelitian ilmiah.

observasi memiliki kekuatan dan juga kelamahannya. kelemahan observasi yaitu tidak bisa menangkap motif dari perilaku yang dilakukan oleh individu. sementara kekuatan dari observasi itu sendiri yaitu dapat mengetahui knowleadge dan skill yang dimiliki oleh individu yang diamati. untuk dapat mengetahui motif yang dimiliki oleh individu harus dilakukan dengan metode wawancara. 

syarat melakukan observasi yang ilmiah yaitu harus memenuhi:
- ada teori
-objektif
-empiris
-terukur
-sistematis

etika yang harus diperhatikan dalam observasi:
-tidak boleh menyangkut masalah yang sensitif
-tidak boleh melakukan intervensi yang berlebihan
-tidak boleh menyakiti orang yang diobservasi dan tidak boleh menggunakan obat-obatan
-harus memperhatikan waktu penelitian
-tetap mengikuti nilai-nilai kemanusiaan

Observasi adalah metode fundamental dalam etologi yang mengadopsi sebuah pendekatan komparatif untuk memahami perilaku dan sering berusaha menjelaskan perilaku subjek yang diamati (Eibl-Eibesfeldt, 1975). metode observasi bertujuan untuk mendeskripsikan perilaku yang dilakukan oleh individu. observasi ilmiah dialain pihak dilakukan dalam kondisis yang ditetapkan secara tepat dengan cara yang sistematis dan objektif, dan dilakukan dengan pencatatan yang teliti. 


  • Pengambilan Sampel Perilaku
bila catatan lengkap tentang perilaku tidak dapat diperoleh, peneliti berusaha mendapatkan sampel representatif dari perilaku. sejauh mana observasi dapat digeneralisasikan (validitas eksternal) bergantung pada cara sampel perilaku itu diambil. hanya perilaku-perilaku tertentu yang terjadi pada waktu-waktu tertentu, dalam setting tertentu, dan dalam kondisi-kondisi tertentu yang dapat diobservasi. dengan kata lain perilaku harus diambil sampelnya (sampled). sampel ini digunakan untuk merepresentasikan  (mewakili) populasi yang lebih besar dari semua kemungkinan perilaku. sampling yaitu pengambilan sampel waktu, situasi, dan kondisi. 

validitas eksternal mengacu pada sejauh mana hasil-hasil sebuah penelitian dapat digeneralisasikan ke populasi-populasi, setting, dan kondisi-kondisi yang berbeda. validitas sangat berhubungan dengan "truthfulness" (tingkat kepercayaan). 



  1. time sampling
time sampling mengacu pada peneliti yang memilih interval waktu untuk melakukan observasi secara sistematis atau secara acak. jika peneliti tertarik pada kejadian-kejadian yang jarang tertjadi, mereka menyandarkan diri pada event sampling (sampling kejadian) untuk mengambil sample perilaku. dalam time sampling peneliti mencari sample yang representatif dengan memilih berbagai macam interval waktu untuk observasinya. interval itu dapat diseleksi secara sistematis (misalnya mengobservasi hari pertama di setiap minggu), secara acak, atau kedua-duanya sekaligus. 
    
     2. situation sampling

situation sampling melibatkan kegiatan mempelajari perilaku di lokasi-lokasi yang berbeda dan berbagai keadaan dan kondisi yang berbeda. situation sampling melibatkan validitas eksternal temuan yang diperoleh. situation sampling melibatkan observasi perilaku di banyak lokasi yang berbeda dan dalam keadaan kondisi yang seberbeda-beda mungkin. dengan menggunakan situation sampling, peneliti mampu memasukkan orang-orang yang mereka ambil sebagai sampel yang umur, kelas sosial-ekonomi, jenis kelamin, dan rasnya berbeda. 



  • Klasifikasi Metode Observasional
- observasi tanpa intervensi/naturalistic observation: observasi terhadap perilaku dalam setting alamiah, tanpa upaya dari pihak.pengamat untuk mengintervensi.
- observasi dengan intervensi: bertujuan untuk mengobservasi efek-efek yang mungkin terjadi dan untuk menguji teori. ada 3 metode pada observasi dengan intervensi, yaitu participant observation, structured observation, dan field experiment.
*participant observation: pengamat memainkan peran ganda. mereka mengobservasi perilaku orang-orang dan sekaligus berpartisipasi secara aktif dalam situasi yang sedang mereka observasi.
*structured observation: dirancng untuk mencatat perilaku yang mungkin sulit diobservasi dengan menggunakan observasi naturalis.
*field experiments: peneliti memanipulasi satu variabel independen atau lebih dalam setting almiah untuk menetapkan efeknya pada perilaku.


sumber:


Shaughnessy, J. John., Zechmeister, B. Eugene., & Zechmeister, S. Jeanne. 2007. Metodologi Penelitian Psikologi, edisi ke tujuh. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar