Sabtu, 22 September 2012

review jurnal kelompok 1, 2, & 6

sekarang waktunya untuk review jurnal yang sudah dipresentasikan oleh teman-teman saya. pertama saya akan mereview jurnal yang dipresentasikan oleh teman-teman saya dari kelompok 6 dengan jurnal yang berjudul "Post Traumatic Growth Pada Penderita Kanker Payudara oleh Ade Fitri R dan Erlina Listianti W".". 



jurnal penelitian yang menggunakan metode kualitatif ini menyebutkan tentang 4 pertumbuhan pasca trauma penyakit kanker payudara, yaitu:
- peningkatan spiroitualitas
- positive improvement in life
- proses sosial semakin tinggi
- relasi sosial semakin banyak

ketika pasien didiagnosis mengidap kanker payudara, pasien tersebut lebih memikirkan tentang makna dan tujuan hidupnya di dunia. 

hasil dari jurnal yang dibahas oleh kelompok 6 ini, yaitu hikmah yang dapat diambil adalah post traumatic growth atau pertumbuhan pasca trauma didefinisikan sebagai suatu pengalaman perubahan yang positif, yang ingin memaknai faktor-faktor pasca traumatik. selain itu, perubahan spiritual yang dialami pasien pasca traumatik yaitu lebih kepada rasa bersyukur yang lebih besar kepada Sang Pencipta.

selanjutnya saya akan membhas tentang jurnal yang dipresentasikan oleh kelompok 1 yang berjudul "Realita Cinta di Mata Remaja Perempuan dengan Studi Kasus Sindrom Cinta pada Seorang Perempuan Remaja Pasca Film 'ADA APA DENGAN CINTA' oleh Maria Lauranti Stephanie"



jurnal peneliatian yang membahas tentang persepsi cinta dikalangan remaja perempuan setelah menyaksikan film "Ada Apa Dengan Cinta" ini menggunakan metode observasi partisipasi karena peneliti terjun langsung ke lapangan.
ada 4 jenis observasi partisipasi, yaitu:
- partisipan pasif
- partisipan moderat
- partisipan aktif
- partisipan lengkap

hasil dari jurnal yang diteliti ini, yaitu:
- realitas cinta AADC dan informan
- sindrom cinta: penerapan Teori Kultivasi, yaitu menyatakan bahwa subjek yang dijadikan responden hafal semua scene yang ada didalam film
- khalayak pasif: Teori Resepsi
- jika khalayak buta media

interpretasi dari jurnal ini, yaitu:
remaja usia 18 tahun yang masih labil dalam menetukan karakter dirinya. secara psikologis, aspek kognitif didalam dirinya masih mengalami pancaroba, yaitu masa saat dia masih pencari kepastian akan wujud dan jati dirinya. informan lebih rentan terhadap pengaruh lingkungan, baik yang datang dari lingkungan keluarga, maupun yang datang dari lingkungan pergaaulannya.

kesimpulan dari jurnal ini, yaitu:
- informan memiliki kemampuan yang terbatas karena faktor usia, keluarga, sekolah, dan lingkungan pergaulan.
- metode yang digunakan yaitu observasi partisipasi

dan jurnal terakhir yang akan saya review untuk minggu ini yaitu jurnal dari kelompok 2 dengan jurnal yang berjudul "Mitos Tentang Kehamilan".



latar belakang dari jurnal ini yaitu setiap makhluk hidup bereproduksi untuk mendapatkan sebuah keturunan,  meliputi semua makhluk hidup yang ada di muka bumi ini. seperti halnya manusia yang ingin memiliki sebuah keturunan merupakan suatu hal yang paling dinanti nanti bagi setiap orang yang sudah berkeluarga. Ada beberapa pantangan yang di percayai oleh sebagian masyarakat umum yang diyakini sebagai larangan yang harus di hindari pada ibu hamil. apabila di jalankan larangan tersebut¸ maka diyakini akan berdampak negatif pada diri ibu hamil dan janin yang di kandungnya. pantangan dan anjuran selama hamil seperti merupakan bagian dari mitos yang di kenal di masyarakat, yang di percaya dan di jalankan masyarakat secara turun temurun. mitos merupakan sebuah cerita yang  memberikan pedoman dan arah tertentu kepada sekelompok orang. mitos memberikan arahan kepada kelakuan manusia dan merupakan semacam pedoman untuk kebijaksanaan manusia. 

jurnal ini menggunakan metode observasi tanpa intervensi (naturalistic observation), yaitu observasi terhadap perilaku dalam setting alamiah, tanpa upaya dari pihak pengamat untuk mengintervensi. penelitian ini dilakukan di kecamatan Meureubo kabupaten Nangroe Aceh Darussalam dan penelitian yang dilakukan tersebut menemukan fakta bahwa para perempuan hamil di wilayah Aceh pada umumnya harus menghormati berbagai ketentuan mistis tertentu yang disebut “Pantang”. mengabaikan ketentuan dalam “Pantang” diyakini dapat berakibat buruk kepada perempuan hamil maupun calon bayinya.





kesimpulan dari jurnal ini adalah mitos tentang kehamilan dipercaya mempunyai peranan positif sebagai bentuk pengawasan terhadap kehamilan. perempuan sendiri pun harus mematuhi mitos mitos yang ada di masyarakat karena jika terjadi gangguan kehamilan mereka akan dipersalahkan karena telah mengabaikan anjuran dan pantangan tersebut. anjuran kesehatan modern seperti konsultasi dengan dokter dan bidan juga dipercaya masyarakat dalam menjaga kehamilan. namun, hal ini belum secara keseluruhan menggantikan berbagai pantangan dan anjuran tradisional yang masih tetap dilakukan. mitos tentang kehamilan yang berkembang di masyarakat banyak ditujukan kepada perempuan yang bertujuan untuk melihat konstruksi perempuan di masyarakat dimana perempuan berperan dalam urusan reproduksi. 


Jumat, 14 September 2012

semester 5 "OBSERVASI"

  • OBSERVASI
di dalam dunia psikologi hal yang terpenting untuk dapat mengetahui perilaku individu yaitu melalui metode observasi dan juga wawancara. observasi merupakan metode yang paling dasar, karena observasi pertama kali dilakukan di laboratorium psikologi pertama di Leipzig, Jerman oleh Wilhelm Wundtuntuk melihat performa manusia antara yang berjalan cepat dan lambat. observasi melibatkan 70% penginderaan manusia, yaitu kelima panca indera pada manusia dan yang terbesar yaitu visual, sehinnga observasi merupakan metode yang akurat untuk dapat mengetahui tentang bagaimana seseorang berperilaku.

didalam observasi tidak boleh memasukkan unsur-unsur subjektifitas. sebagai observer kita hanya diperbolehkan untuk melihat dan mencatat tentang objek yang diamati. hal-hal yang dapat dilakukan observer untuk  dapat menghindari subjektifitas yaitu observer hanya boleh mendeskripsikan tentang apa yang dilihat, boleh memberikan kesimpulan tetapi tidak boleh memberi penilaian, mengacu pada teori-teori dan mengkaitkannya pada teori yang ada, peneliti harus lebih dari satu dan peneliti juga harus memiliki keterampilan dalam melakukan penelitian ilmiah.

observasi memiliki kekuatan dan juga kelamahannya. kelemahan observasi yaitu tidak bisa menangkap motif dari perilaku yang dilakukan oleh individu. sementara kekuatan dari observasi itu sendiri yaitu dapat mengetahui knowleadge dan skill yang dimiliki oleh individu yang diamati. untuk dapat mengetahui motif yang dimiliki oleh individu harus dilakukan dengan metode wawancara. 

syarat melakukan observasi yang ilmiah yaitu harus memenuhi:
- ada teori
-objektif
-empiris
-terukur
-sistematis

etika yang harus diperhatikan dalam observasi:
-tidak boleh menyangkut masalah yang sensitif
-tidak boleh melakukan intervensi yang berlebihan
-tidak boleh menyakiti orang yang diobservasi dan tidak boleh menggunakan obat-obatan
-harus memperhatikan waktu penelitian
-tetap mengikuti nilai-nilai kemanusiaan

Observasi adalah metode fundamental dalam etologi yang mengadopsi sebuah pendekatan komparatif untuk memahami perilaku dan sering berusaha menjelaskan perilaku subjek yang diamati (Eibl-Eibesfeldt, 1975). metode observasi bertujuan untuk mendeskripsikan perilaku yang dilakukan oleh individu. observasi ilmiah dialain pihak dilakukan dalam kondisis yang ditetapkan secara tepat dengan cara yang sistematis dan objektif, dan dilakukan dengan pencatatan yang teliti. 


  • Pengambilan Sampel Perilaku
bila catatan lengkap tentang perilaku tidak dapat diperoleh, peneliti berusaha mendapatkan sampel representatif dari perilaku. sejauh mana observasi dapat digeneralisasikan (validitas eksternal) bergantung pada cara sampel perilaku itu diambil. hanya perilaku-perilaku tertentu yang terjadi pada waktu-waktu tertentu, dalam setting tertentu, dan dalam kondisi-kondisi tertentu yang dapat diobservasi. dengan kata lain perilaku harus diambil sampelnya (sampled). sampel ini digunakan untuk merepresentasikan  (mewakili) populasi yang lebih besar dari semua kemungkinan perilaku. sampling yaitu pengambilan sampel waktu, situasi, dan kondisi. 

validitas eksternal mengacu pada sejauh mana hasil-hasil sebuah penelitian dapat digeneralisasikan ke populasi-populasi, setting, dan kondisi-kondisi yang berbeda. validitas sangat berhubungan dengan "truthfulness" (tingkat kepercayaan). 



  1. time sampling
time sampling mengacu pada peneliti yang memilih interval waktu untuk melakukan observasi secara sistematis atau secara acak. jika peneliti tertarik pada kejadian-kejadian yang jarang tertjadi, mereka menyandarkan diri pada event sampling (sampling kejadian) untuk mengambil sample perilaku. dalam time sampling peneliti mencari sample yang representatif dengan memilih berbagai macam interval waktu untuk observasinya. interval itu dapat diseleksi secara sistematis (misalnya mengobservasi hari pertama di setiap minggu), secara acak, atau kedua-duanya sekaligus. 
    
     2. situation sampling

situation sampling melibatkan kegiatan mempelajari perilaku di lokasi-lokasi yang berbeda dan berbagai keadaan dan kondisi yang berbeda. situation sampling melibatkan validitas eksternal temuan yang diperoleh. situation sampling melibatkan observasi perilaku di banyak lokasi yang berbeda dan dalam keadaan kondisi yang seberbeda-beda mungkin. dengan menggunakan situation sampling, peneliti mampu memasukkan orang-orang yang mereka ambil sebagai sampel yang umur, kelas sosial-ekonomi, jenis kelamin, dan rasnya berbeda. 



  • Klasifikasi Metode Observasional
- observasi tanpa intervensi/naturalistic observation: observasi terhadap perilaku dalam setting alamiah, tanpa upaya dari pihak.pengamat untuk mengintervensi.
- observasi dengan intervensi: bertujuan untuk mengobservasi efek-efek yang mungkin terjadi dan untuk menguji teori. ada 3 metode pada observasi dengan intervensi, yaitu participant observation, structured observation, dan field experiment.
*participant observation: pengamat memainkan peran ganda. mereka mengobservasi perilaku orang-orang dan sekaligus berpartisipasi secara aktif dalam situasi yang sedang mereka observasi.
*structured observation: dirancng untuk mencatat perilaku yang mungkin sulit diobservasi dengan menggunakan observasi naturalis.
*field experiments: peneliti memanipulasi satu variabel independen atau lebih dalam setting almiah untuk menetapkan efeknya pada perilaku.


sumber:


Shaughnessy, J. John., Zechmeister, B. Eugene., & Zechmeister, S. Jeanne. 2007. Metodologi Penelitian Psikologi, edisi ke tujuh. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.