jurnal penelitian yang menggunakan metode kualitatif ini menyebutkan tentang 4 pertumbuhan pasca trauma penyakit kanker payudara, yaitu:
- peningkatan spiroitualitas
- positive improvement in life
- proses sosial semakin tinggi
- relasi sosial semakin banyak
ketika pasien didiagnosis mengidap kanker payudara, pasien tersebut lebih memikirkan tentang makna dan tujuan hidupnya di dunia.
hasil dari jurnal yang dibahas oleh kelompok 6 ini, yaitu hikmah yang dapat diambil adalah post traumatic growth atau pertumbuhan pasca trauma didefinisikan sebagai suatu pengalaman perubahan yang positif, yang ingin memaknai faktor-faktor pasca traumatik. selain itu, perubahan spiritual yang dialami pasien pasca traumatik yaitu lebih kepada rasa bersyukur yang lebih besar kepada Sang Pencipta.
selanjutnya saya akan membhas tentang jurnal yang dipresentasikan oleh kelompok 1 yang berjudul "Realita Cinta di Mata Remaja Perempuan dengan Studi Kasus Sindrom Cinta pada Seorang Perempuan Remaja Pasca Film 'ADA APA DENGAN CINTA' oleh Maria Lauranti Stephanie"
jurnal peneliatian yang membahas tentang persepsi cinta dikalangan remaja perempuan setelah menyaksikan film "Ada Apa Dengan Cinta" ini menggunakan metode observasi partisipasi karena peneliti terjun langsung ke lapangan.ada 4 jenis observasi partisipasi, yaitu:
- partisipan pasif
- partisipan moderat
- partisipan aktif
- partisipan lengkap
hasil dari jurnal yang diteliti ini, yaitu:
- realitas cinta AADC dan informan
- sindrom cinta: penerapan Teori Kultivasi, yaitu menyatakan bahwa subjek yang dijadikan responden hafal semua scene yang ada didalam film
- khalayak pasif: Teori Resepsi
- jika khalayak buta media
interpretasi dari jurnal ini, yaitu:
remaja usia 18 tahun yang masih labil dalam menetukan karakter dirinya. secara psikologis, aspek kognitif didalam dirinya masih mengalami pancaroba, yaitu masa saat dia masih pencari kepastian akan wujud dan jati dirinya. informan lebih rentan terhadap pengaruh lingkungan, baik yang datang dari lingkungan keluarga, maupun yang datang dari lingkungan pergaaulannya.
kesimpulan dari jurnal ini, yaitu:
- informan memiliki kemampuan yang terbatas karena faktor usia, keluarga, sekolah, dan lingkungan pergaulan.
- metode yang digunakan yaitu observasi partisipasi
dan jurnal terakhir yang akan saya review untuk minggu ini yaitu jurnal dari kelompok 2 dengan jurnal yang berjudul "Mitos Tentang Kehamilan".

latar belakang dari jurnal ini yaitu setiap makhluk hidup bereproduksi untuk mendapatkan sebuah keturunan, meliputi semua makhluk hidup yang ada di muka bumi ini. seperti halnya manusia yang ingin memiliki sebuah keturunan merupakan suatu hal yang paling dinanti nanti bagi setiap orang yang sudah berkeluarga. Ada beberapa pantangan yang di percayai oleh sebagian masyarakat umum yang diyakini sebagai larangan yang harus di hindari pada ibu hamil. apabila di jalankan larangan tersebut¸ maka diyakini akan berdampak negatif pada diri ibu hamil dan janin yang di kandungnya. pantangan dan anjuran selama hamil seperti merupakan bagian dari mitos yang di kenal di masyarakat, yang di percaya dan di jalankan masyarakat secara turun temurun. mitos merupakan sebuah cerita yang memberikan pedoman dan arah tertentu kepada sekelompok orang. mitos memberikan arahan kepada kelakuan manusia dan merupakan semacam pedoman untuk kebijaksanaan manusia.
jurnal ini menggunakan metode observasi tanpa intervensi (naturalistic observation), yaitu observasi terhadap perilaku dalam setting alamiah, tanpa upaya dari pihak pengamat untuk mengintervensi. penelitian ini dilakukan di kecamatan Meureubo kabupaten Nangroe Aceh Darussalam dan penelitian yang dilakukan tersebut menemukan fakta bahwa para perempuan hamil di wilayah Aceh pada umumnya harus menghormati berbagai ketentuan mistis tertentu yang disebut “Pantang”. mengabaikan ketentuan dalam “Pantang” diyakini dapat berakibat buruk kepada perempuan hamil maupun calon bayinya.

kesimpulan dari jurnal ini adalah mitos tentang kehamilan dipercaya mempunyai peranan positif sebagai bentuk pengawasan terhadap kehamilan. perempuan sendiri pun harus mematuhi mitos mitos yang ada di masyarakat karena jika terjadi gangguan kehamilan mereka akan dipersalahkan karena telah mengabaikan anjuran dan pantangan tersebut. anjuran kesehatan modern seperti konsultasi dengan dokter dan bidan juga dipercaya masyarakat dalam menjaga kehamilan. namun, hal ini belum secara keseluruhan menggantikan berbagai pantangan dan anjuran tradisional yang masih tetap dilakukan. mitos tentang kehamilan yang berkembang di masyarakat banyak ditujukan kepada perempuan yang bertujuan untuk melihat konstruksi perempuan di masyarakat dimana perempuan berperan dalam urusan reproduksi.

